Label

Sabtu, 04 Desember 2010

PESONA TARI BARONG

 PESONA TARI BARONG





A.     Pengertian Barong
Di Bali Barong berarti tempat pertarungan antara “kebajikan” melawan “kebatilan” (Barong melawan Rangda) atau antara Dewa Siwa melawan Durga. Tari ini ditarikan oleh dua orang penari laki – laki, seorang memainkan bagian kepala serta kaki depan, dan seorang lagi memainkan bagian kaki belakang dan ekor. Barong banyak sekali macamnya, ada yang kepalanya berbentuk kepala singa, harimau, babi hutan jantan (bangkal), gajah, lembu atau keket. Keket oleh orang Bali dianggap sebagai raja hutan yang disebut pula dengan nama Banaspati Raja.
Tarian ini merupakan peninggalan kebudayaan Pra Hindu yang menggunakan boneka berwujud binatang berkaki empat atau manusia purba yang memiliki kekuatan magis. Diduga kata Barong berasal dari kata bahrwang atau diartikan beruang, seekor binatang mitologi yang mempunyai kekuatan gaib, dianggap sebagai pelindung. Tetapi di Bali pada kenyataannya Barong tidak hanya diwujudkan dalam binatang berkaki empat akan tetapi ada pula yang bekaki dua. Topeng Barong dibuat dari kayu yang diambil dari tempat – tempat angker seperti kuburan, oleh sebab itu Barong merupakan benda sakral yang sangat disucikan oleh masyarakat Hindu Bali. Pertunjukan tari ini dengan atau tanpa lakon, selalu diawali demonstrasi pertunjukan tari ini yang diiringi dengan gamelan yang berbeda – beda seperti gamelan Gong Kebyar, gamelan Babarongan, gamelan Batel, dll.




B.     Alur Cerita
Tari Barong ini merupakan jenis tarian dari Pulau Bali yang cukup terkenal dan geraknya tidak kalah bagus dengan jenis tarian yang ada di Pulau Bali lainnya. Tari Barong terdiri dari lima babak. Untuk keterangan yang lebih jelas, maka penulios akan menceritakan alur ceritanya yang penulis saksikan saat karya wisata ke Pulau Bali.
1.      Gending Pembukaan
Barong dan kera sedang bermain di hutan yang lebat, tak lama kemudian dating tiga orang bertopeng yang menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketengan hutan. Mereka bertemu dengan kera dan akhirnya berkelahi, dimana kera dapat memotong hidung salah seorang dari mereka.
2.      Babak I
Dua orang penari muncul. Mereka adalah pengikut – pengikut Rangda dan mereka sedang mencari para pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan menemui patihnya.
3.      Babak II
Para pengikut Dewi Kunti tiba. Saat itu pula, salah seorang pengikut Rangda berubah menjadi setan lalu memasukan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti sehingga menyebabkan mereka menjadi marah.
4.      Babak III
Muncullah Dewi Kunti dan anaknya Sahadewa. Ia pun berjanji pada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya pada Rangda. Tetapi setan yang menyebabkan Dewi Kunti menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan Patihnya untuk membuang Sahadewa ke dalam hutan. Patihnya juga tak luput dari kerasukan roh jahat, sehingga Sahadewa diikat di muka istana Rangda.
5.      Babak IV
Turunlah Dewa Siwa, lalu memberikan keabadian kepada Sahadewa dan keabadian itu tidak diketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda, lalu dia membunuh Sahadewa, tapi Sahadewa tidakmati karena kekebalan yang dianugerahkan oleh Dewa Siwa. Rangda pun menyerah lalu memohon untuk diselamatkan supaya bias masuk surga. Perintah itupun dipenuhi oleh Sahadewa.
6.      Babak V
Kalika adalah pengikut Rangda. Dia sedang menghadap Sahadewa. Penolakan ini menimbulkan perkelahian, dan kalika berubah menjadi Babi Hutan Sahadewa pun memenangkan perkelahian tersebut, kemudian Kalika berubah menjadi Burung tetapi tetap bisa dikalahkan. Akhirnya, Kalika berubah lagi menjadi Rangda. Oleh karena saktinya Rangda ini maka Sahadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sahadewa berubah menjadi Barong.  Karena sama saktinya maka pertarungan ini berlangsung dengan abadi (kebijakan melawan kebatilan). Kemudian muncul pengikut – pengikut Barong dengan kerisnya hendak menolong Barong. Mereka semuanya pun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Rangda. Sekian.  

C.    Lokasi dan Fasilitas Tempat Pementasan
Tempat pementasan Tari Barong yang penulis kunjungi yaitu di Batu Bulan, Kabupaten Gianyar, kira – kira 11 km dari arah Denpasar dan dapat ditempuh kira – kira setengah jam dari Denpasar. Biasanya pertunjukan ini dipentaskan dengan durasi satu setengah jam mulai pukul 09.30 WITA.
Tari Barong ini dipertunjukkan di sebuah panggung dan hanya menggunakan penerangan cahaya matahari. Di panggung tersebut terdapat Candi Bentar yang berfungsi sebagai dekorasi sekaligus tempat keluar masuknya penari – penari Tari Barong. Candi Bentar merupakan pintu masuk

Pekarangan desa yang mana sudah jaman dulu sampai sekarang digunakan sebagai latar belakang pementasan tari. Sedangkan dekorasi lainnya adalah sepasang payung upacara dikedua sisi Candi Bentar, umbul – umbul serta beberapa tanaman dan hiasan dari janur khas Bali. Perangkat gamelan di sisi kiri panggung.
Di tempat pementasan Tari Barong ini memiliki beberapa fasilitas yang baik dan cukup memadai, yaitu :
1.   Tempat duduk untuk para penonton yang telah ditata rapi dari urutan paling bawah sampai urutan paling atas.
2.   Tikar yang disediakan untuk penonton yang tidak mendapatkan tempat duduk. Hal ini disebabkan karena wisatawan yang berminat menyaksikan Tari Barong sangat banyak.
3.   Tempat parker di depan gedung yang sangat luas sehingga dapat menampung banyak bus pariwisata dan mobil – mobil pribadi.
4.   Di pinggir tempat parker terdapat toko kecil yang menjual macam – macam minuman dan makanan.
5.   Toilet dan WC untuk para penonton yang ingin buang air besar maupun kecil.
Semua fasilitas ini disediakan demi kenyamanan para wisatawan dalam menyaksikan pementasan Tari Barong.

D.   Upaya Pelestarian
Tari Barong merupakan kesenian khas Bali yang paling terkenal setelah Tari Kecak. Kesenian ini harus kita jaga kelestariannya supaya dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya dan tidak dicuri oleh orang lain atau negara lain. Beriku adalah sebagian upaya untuk melestarikan Tari Barong, yaitu :
1.      Mematenkan Tari Barong sebagai kesenian khas Indonesia.
2.      Menjaga Tari Barong dari negara – negara lain yang ingin mengklaimnya.
3.      Mengajak generasi muda untuk ikut serta dalam pelestarian Tari Barong.
4.      Mementaskan ke seluruh dunia, supaya tahu bahwa Tari Barong adalah kesenian asli Indonesia.
 Kiranya upaya ini dapat dilaksanakan, supaya tidak ada lagi perseteruan antar negara, dan Tari Barong tetap lestari sebagai kesenian asli Indonesia






Tidak ada komentar:

Posting Komentar